Saling bermusuhan karena membela klub berseberangan, si kembar Bender bahu-membahu di timnas Jerman.
Menonton 22 pemain memperebutkan satu si kulit bundar tidak akan makin menarik jika tak ada bumbu non-teknis, terutama bagi kaum wanita. Wajah rupawan para pemain tentu menjadi daya tarik tersendiri untuk pecinta sepakbola dari golongan hawa.
Apalagi, jika ada pemain yang unik, kembar misalnya. Kita tentu masih ingat dengan De Boer bersaudara, Ronald dan Frank, yang pernah sama-sama berseragam Ajax Amsterdam, Barcelona dan tim nasional Belanda. Ada juga kembar Zenoni dari Italia, Cristian dan Damiano.
Di era sekarang, ada beberapa pemain kembar yang bermain di klub besar seperti Rafael dan Fabio Da Silva di Manchester United. Atau pemain yang sedang naik daun, Lars dan Sven Bender. Nah, si kembar Bender inilah yang akan kami bahas, sambil menyambut lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2014.
Bender bersaudara lahir di Rosenheim, Jerman Barat, pada 27 April 1989. Kemampuan keduanya mengolah si kulit bundar sudah nampak sejak memasuki dunia sepakbola di level junior. Pada 2006, Lars bahkan pernah menyabet trofi Fritz-Walter - penghargaan untuk pemain muda Jerman - saat membela TSV 1860 Munich U-17, mengungguli kembarannya dan Marko Marin yang ketika itu bermain untuk Borussia Monchengladbach. Performa impresif membawa Lars dan Sven menembus tim senior 1860 Munich mulai musim 2006/07.

No comments:
Post a Comment